Penghapusan Jurusan, Kepala SMAN 5 Mataram; Kami Sudah Lakukan Sejak Tiga Tahun Terakhir -->

Advertisement

Penghapusan Jurusan, Kepala SMAN 5 Mataram; Kami Sudah Lakukan Sejak Tiga Tahun Terakhir

Admin
Kamis, 25 Juli 2024

Kepala SMAN 5 Mataram Siti Nurhani. (Foto:istimewa). 


AYOMATARAM.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) memutuskan menghapus jurusan ilmu pengetahuan alam (IPA), ilmu pengetahuan sosial (IPS), dan bahasa pada jenjang sekolah menengah atas (SMA).


Menanggapi keputusan tersebut, beberapa sekolah menilai keputusan tersebut tidak menjadi masalah. Salah satunya SMAN 5 Mataram.


Kepala SMAN 5 Mataram, Siti Nurhani mengatakan penghapusan penjurusan IPA,IPS maupun bahasa sudah dilakukan SMAN 5 Mataram sejak tiga tahun terakhir. Hal itu, sesuai dengan konsep kurikulum merdeka untuk memberikan kebebasan kepada siswa dalam memilih mata pelajaran yang diminati.


Kurikulum Merdeka resmi diberlakukan sebagai kurikulum nasional mulai tahun ajaran baru 2024/2025. Dengan demikian tidak ada lagi jurusan IPS, IPA dan Bahasa di SMA.


‘’Pada intinya, kami di sekolah melaksanakan kurikulum merdeka ini sejak tiga tahun trakhir. Sehingga bakat dan minat siswa serta ketercukupan mengajar tenaga pendidik yang dipertimbangkan,’’ Katanya Rabu 24 Juli 2024.


Pemilihan mata pelajaran (mapel) mengakomodir keinginan siswa untuk memilih mapel yang sesuai dengan cita-cita mereka. Selain itu, ketercukupan beban mengajar Guru. 


‘’Kami di sini memberikan keluasan siswa untuk memilih mapelnya sesuai yang diinginkan. Alhamdulillah, di SMA 5 sendiri tidak ada jurusan IPA, IPS maupun Bahasa untuk kelas XI dan XII,’’ujarnya.


"Para siswa memilih sesuai dengan apa yang diiingkan. Misalnya, ada siswa yang ingin menjadi dokter ada mapel pilihan yang mengarah kesana. Contohnya ada mapel Biologi dan Kimia. Begitu juga kalau mau Teknik ada mapel Fisika dan semuanya sudah terakomodir. Makanya tidak ada jurusan di Smala,’’ imbuhnya. 


Nurhani mengatakan perubahan kurikulum dari K13 menuju Kurikulum merdeka di SMAN 5 Mataram tidak menjadi masalah. Sebab sudah bisa ditangani secara maksimal.


‘’Langkah-langkah kami jauh sebelumnya sudah melakukan sosialisasi dengan mengundang orang tua wali serta siswa kita buatkan program dengan ayo bercita-cita,’’ Terangnya.


Dalam program ayo bercita-cita itu, sekolah menyiapkan angket untuk mengelompokkan ternyata banyak siswa yang ingin jurusan tertentu atau program tertentu di perguruan tinggi. Ini menjadi ataensi di sekolah. Selanjutnya langkah ketiga memantafkan pilihan mereka dengan cara memerikan link atau pilihan mata pelajaran yang diinginkan.


‘’Setelah itu, nanti bidang kurikulum yang mengelompokkan. Jadi di Smala di kelas XI 1 dan kelas X2 berbeda mata pelajarannya. Sehingga kalau ada siswa yang pindah kelas tidak bisa karena mereka memiliki pelajaran yang berbeda,’’ Tandasnya.