Antisipasi Siswa Terlibat Judol, SMAN 5 Mataram Larang Siswa Menggunakan Gadget di Sekolah -->

Advertisement

Antisipasi Siswa Terlibat Judol, SMAN 5 Mataram Larang Siswa Menggunakan Gadget di Sekolah

Admin
Jumat, 12 Juli 2024

Kepala SMAN 5 Mataram, Siti Nurhaliza. (Foto:ayomataram). 


AYOMATARAM.com - SMAN 5 Mataram memberlakukan aturan penggunaan gadget bagi siswa di Sekolah. Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi siswa terlibat judi online.


Kepala SMAN 5 Mataram, Siti Nurhani mengatakan, fenomena judi online sudah merebak ke semua lapisan masyarakat termasuk siswa sehingga harus dilakukan langkah pencegahan, salah satunya dengan memberlakukan larangan penggunaan smartphone di lingkungan sekolah. 


Selain itu, ia mengatakan, arus informasi dari internet begitu cepat dan tidak tersaring bisa berpotensi untuk menjadikan siswa terlibat dalam pusaran judi online. 


"Langkah ini sebagai pencegahan anak-anak kami terlibat judi online, semaksimal mungkin kami akan terus bersosialisasi dan mengingatkan bahayanya judi online ini," katanya Jum'at 12 Juli 2024 di SMAN 5 Mataram.


Pelarangan siswa membawa gadget ke Sekolah ini bertujuan untuk dapat merubah kebiasaan siswa bermain Hape dengan kegiatan yang lebih produktif. 


"Nantinya kami akan ganti dengan menyediakan buku-buku bacaan yang menyenangkan, fiksi maupun non fiksi, pada intinya kalaupun dilarang membawa Hape tapi tidak menjadi menggangu kesenangan mereka dan saya pikir ini jauh lebih produktif untuk meningkatkan minat belajar anak-anak,"tandasnya.


Nurhani menjelaskan, sebelum diberlakukannya aturan ini, SMAN 5 Mataram telah melaksanakan sosialisasi kepada siswa dan orang tua siswa sehingga tidak ada komplain dari pihak manapun kedepan.


"Tidak mudah untuk meyakinkan anak-anak untuk merubah kebiasaannya membawa Hape, tapi orang tua siswa rata-rata setuju," katanya.


Penerapan aturan ini akan diberlakukan mulai tahun ajaran baru ditahun 2024 ini. Sebelumnya, SMAN 5 hanya mengatur pembatasan penggunaan Hape.


"Sebenarnya kami sudah dari tahun lalu mengatur penggunaan hape di SMAN 5 Mataram. Boleh membawa Hape tapi harus dititip di sekolah ketika sedang berlangsung proses belajar mengajar, nanti mulai tahun ajaran baru ini kami berlakukan aturan tidak boleh membawa HP ke Sekolah,"tegasnya.


Disamping itu, kata Nurhani, karena keterbatasan sekolah dalam mengawasi kegiatan siswa tentunya diperlukan juga keterlibatan pengawasan dari orang tua dan lingkungan sekitar, sehingga tujuan diberlakukannya aturan ini dapat tercapai.


"Semua pihak harus terlibat, sehingga anak-anak kita bisa merubah pola kebiasaannya, kami hanya bisa mengawasi di Sekolah saja dan diluar sekolah kami tidak memiliki wewenang, sehingga diperlukan keterlibatan kita semua," ujarnya.