Upaya Mengatasi Angka Putus Sekolah, Dikbud NTB akan Luncurkan Program Infaq Pendidikan -->

Advertisement

Upaya Mengatasi Angka Putus Sekolah, Dikbud NTB akan Luncurkan Program Infaq Pendidikan

Admin
Selasa, 07 Mei 2024

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB,  Aidy Furqan saat memebrikan sambutan pada kegiatan Anugerah Istimewa Sekolah 2024 di SMAN 1 Sembalun Kabupaten Lombok Timur. (Foto; Humas Dikbud NTB). 


AYOMATARAM.com - Untuk mengurangi angka putus sekolah di Nusa Tenggara Barat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB akan meluncurkan Program Infaq Pendidikan pada tahun ajaran baru 2024 mendatang.


Kepala Dikbud NTB Aidy Furqan mengatakan angka putus sekolah di NTB 36 persen terjadi karena faktor kemiskinan sehingga hal tersebut yang menginisiasi Dikbud NTB meluncurkan Program Infaq Pendidikan.


"Berdasarkan observasi kami di lapangan dari 36 persen ini banyak yang kami kunjungi dari bertemu orang tuanya hingga anak-anak kita yang putus sekolah ini,mereka memang sangat membutuhkan bantuan kita semua untuk menuntaskan pendidikanya,"ujarnya Aidy usai gelaran kegiatan AiSO di SMAN 1 Sembalun, minggu 5 Mei 2024.


Mekanisme pelakasanaan Infaq Pendidikan nantinya, pada tiap pekan setiap siswa dan guru akan diminta untuk berinfaq minimal Rp. 2000 untuk satu orang yang nantinya akan dikumpulkan.


"Karena ini sifatnya Infaq jadi tidak dipaksakan, siapa saja yang mau berinfaq silahkan, karena ini kan menjadi amal jariyah kedepannya, jadi jargonya pada program ini setiap Jum'at satu siswa 2000 perak, satu guru 2000 perak,"katanya.


Untuk dana yang terkumpul dari Infaq Pendidikan tersebut nantinya, Dikbud NTB akan merealisasikannya dalam bentuk bantuan sarana kebutuhan yang dibutuhkan oleh anak-anak yang tidak mampu.


"Jadi nanti kami tidak akan memberikan bantuan berupa uang tunai, akan tetapi diberikan sesuai kebutuhan sekolah misalkan nanti anak kita ada yang membutuhkan sepatu, tas, buku dan sarana lainnya termasuk biaya praktik nanti kami yang langsung bayarkan,"tandasnya.


"Dan dana tersebut nantinya akan disubsidi silang, misalkan daerah ini yang membutuhkan lebih misalnya itu nanti yang akan diprioritaskan,"imbuhnya.


Untuk mengantisipasi penyalahgunaan dana tersebut, Dikbud NTB nantinya akan mengumumkan secara transfaran melalu media massa, online dan sosial media.


"Jadi setiap dana yang keluar dan masuk nantinya akan diumumkan secara transfaran dan akan selalu update baik melalu media massa, online, maupun sosial media,"tegas Aidy.


Sementara itu, Penjabat Gubernur NTB Lalu Gita Aryadi mengapresiasi langah Dikbud NTB yang telah berupaya menurunkan angka putus sekolah melalu Program Infaq Pendidikan.


"Pendidikan menjadi tugas dan tanggung jawab bersama, sehingga ini menjadi niatan dan program yang mulia, ini juga menjadi inspirasi kami kedepan untuk menciptakan suasan pendidikan yang setara, dengan adanya program ini tidak ada lagi anak-anak kita yang merasa minder dan insyallah mereka siap untuk berkompetisi,"ujarnya.


"Intinya Program ini kami sangat apresiasi dan sambut baik, harapan kita pendidikan di NTB terus meningkat,"imbuhnya. 


Untuk diketahui sebelumya juga Dikbud NTB meluncurkan program Bakti Stunting dalam upaya mengurangi angka stunting di NTB. Pada program tersebut Dikbud NTB menyarakan setiap siswa dan guru di Sekolah untuk dalam satu pekan membawa satu telur yang kemudian untuk disumbangkan dalam mengentaskan stunting.