![]() |
Massa Aksi Bela Ulama Demo ke Polda NTB, Ini Tuntutannya. |
MATARAM - Buntut dugaan penghinaan terhadap ulama kharismatik TGB berlangsung panjang. Ratusan massa tergabung dalam Aksi Bela Ulama menggelar unjukrasa ke Polda NTB, Senin 29 Mei 2023, mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut.
Koordinator Aksi Bela Ulama, Ahmad Muslim menegaskan, TGB Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi adalah salah satu cucu pahlawan Nasional yang sangat dihormati.
"TGB juga Ketua Umum Pimpinan Pusat NWDI telah dihina dengan narasi yang tidak pantas oleh salah satu oknum anggota DPRD Lombok Tengah atas nama Supli yang telah membuat kami sakit hati atas hinaan yang tidak mendasar tersebut," tegasnya.
Muslim menekankan, penghinaan tersebut patut diduga sebagai salah satu politik identitas yang sengaja dikembangkan oleh kelompok tertentu yang merupakan politik kotor.
"Hinaan tersebut merupakan sebuah pelanggaran hukum yang patut diproses oleh pihak berwajib. Kami mendesak Polda NTB segera mengusutnya," katanya.
Menurutnya, hinaan tersebut sudah menimbulkan kegaduhan baik secara langsung maupun tidak langsung yang kami duga akan berakibat pada rawannya Kamtibmas di wilayah hukum Polda NTB.
"Sehingga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dari perbuatan Supli tersebut, kami menyatakan mendukung Kapolda NTB untuk mengusut tuntas dugaan penghinaan ulama oleh Supli," tegasnya.
Massa aksi bela ulama juga mendesak DPRD Lombok Tengah untuk memproses secara Supli atas dugaan pelanggaran etik anggota DPRD Lombok Tengah.
"Kami mendorong DPP PKS untuk memecat Supli sebagai kader PKS karena tidak sesuai dengan prinsip-prinsip PKS selaku Partai Religius yang menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak mulia," ujarnya.
Muslim mengatakan, aksi bela ulama tersebut dilakukan agar tidak terjadi penghinaan-penghina terhadap ulama-ulama yang lain.
Di Mapolda NTB, massa aksi diterima oleh Wadir Reskrimum Polda NTB. Pertemuan juga dihadiri Perwakilan Banom dan Lajnah Hukum PB NWDI.
Wadir Reskrimsus Polda NTB berjanji akan menyelesaikan proses selama satu pekan ke depan.
"Pemeriksaan saksi akan dimulai. Proses satu minggu ke depan," katanya.
Massa aksi mengapresiasi langkah cepat dari Polda NTB tersebut.
"Aksi ini adalah awal dari aksi berjilid-jilid yang akan kami lakukan hingga Supli ini diadili," katanya.

